Sabtu, 20 Februari 2010

penyakit kelinci

Korengan sering sekali terjadi pada kelinci. Biasanya mulai nuncul di daerah telinga, hidung dan kaki. Bentuknya seperti keropeng atau bunga kol. Penyakit ini cepat sekali menjalar apabila tidak segera diobati. Dalam kondisi parah biasanya berakhir dengan kematian.

Penyebabnya adalah sejenis kutu yang hidup didalam kulit kelinci, yaitu Sarcoptes scabiei. Dalam dunia kedokteran penyakit ini dikenal dengan istilah scabies. Penyakit ini termasuk penyakit zoonosis artinya bisa menular ke manusia. Makanya berhati-hatilah apabila menangani kelinci yang terserang scabies.

Selain kelinci, anjing & kucing juga dapat terserang scabies. Demikian juga kambing dan sapi, bisa terserang scabies. Pada jaman dahulu di pedesaan sering digunakan oli bekas untuk mengobati kambing-kambing yang terserang scabies. Namun saat ini sudah tersedia obat yang cukup efektif mengobati scabies, yaitu ivermectin. Sayangnya pemakaian obat ini harus disuntikkan dibawah kulit. Jadi tidak bisa digunakan secara bebas.

Setelah disuntikkan ivermectin, biasanya dalam 1 – 3 hari mulai terlihat perubahannya. Dan dalam waktu seminggu sangat jelas tanda-tanda kesembuhan pada kelinci.

Penyakit Kelinci dan Pengobatannya Bagian V ( Diare )

Penyakit ini sering kita sebut mencret. Kelinci yang mengalami mencret dapat sembuh dan dapt juga mengalami kematian. Apabila kita tidak menangani secara tepat maka akan berakibat pada kematian pada kelinci. Agar kita tepat dan cepat bertindak menangani penyakit ini, kita harus mengetahui jenis diare/mencret yang dialami pada kelinci.

Ada beberapa jenis daire yang sering menyerang kelinci :

1. Diare Biasa dengan kotoran normal dan konsisten
  • Gejala : kotoran normal dan tidak dimakan kelinci dengan kondisi fases keras dan kondisi kelinci selera makannya bagus
  • Penyebab : Kegemukan, sakit gigi, Rematik, Radang sendi, penyakit kulit disekitar selakangan
2. Diare biasa dengan kotoran lembut, cair dan konsisten
  • Gejala : kotoran lembut tidak dimakan dengan kondisi butiran fases keras dan kondisi kelinci bagus
  • Penyebab : Perubahan makanan, tidak ada serat makan, pakan terlalu berair, stress
3. Kokidiasis
  • Gejala : kelinci mengalami diare bervariasi dengan dari fases cair hingga fases lembut tapi banyak. Hal ini berakibat kelinci jadi pendiam, berat badan menurun.
  • Penyebab : parasit eimera , parasit ini muncul dikarenakan tempat yang sesak, kotor dan lembab. Parasit ini menyerang usus dan sistem pencernaan . Kelinci yang terinfeksi mengalami Oosista ( ini menyerang anakan kelinci diatas 21 hari dikarenakan kandang yang jorok pada waktu penggantian musim )
  • Pencegahan : (1) Kandang harus bersih dari kotoran sekecil apapun, (2) Kandang tidak boleh kotor, basah dan lembab pada musim kemarau, (3) Pindahkan kelinci ke kandang yang lain dan kandang diberi vaksin setiap sudut sampai bersih
  • Pengobatan : (1) Untuk kelinci yang nafsu makannya baik, berikan obat sulpha khususu hewan dan berikan makanan yang bergizi , (2) Obat pediatric suspensian produk trimethoprim/sulfamethoxazole sesuai dosis, (3)Obat alami : 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang secukupnya, garam sepucuk sendok teh, adu satu sendok teh. Tumbuk daun-daun tersebut dan peras , diambil airnya dicampur dengan garam dan madu dengan air hangat. Berikan secara oral ke mulut kelinci dengan suntikan ( tanpa jarum)
4. Mucoid Enteropathy
  • Gejala : tidak ada fases keras , diare dan lendir bercampur, tidak ada fases yang keluar pada tahap berikutnya. Ciri-cirinya : perut kembung, badan membungkuk, pediam dan perut bersuara gemerutuk
  • Penyebab : kelinci mengalami stress karena kondisi lingkungan yang tidak baik, udara terlalu panas, peralihan cuaca yang mendadak, perjalanan jauh, ancaman hewan buas, dan kelinci kalah dominan di satu kandang koloni. Kasus ini sering menimpa kelinci dibawah 2 bulan dan indukan kelinci yang menyusui.
  • Pengobatan : Sebelum terjadinya penyakit ini alangkah baiknya dilakukan pencegahan terlebih dahulu. Untuk pengobatan baiknya dilakukan pengobatan secara alami seperti penanganan kokidiasis atau juga seperti penanganan penyakit kembung ( lihat pengobatan penyakit kembung )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar